Mahasiswa Bongkar Dugaan Krisis Tata Kelola UNUTARA, Soroti Pergantian Rektor Diduga Cacat hukum.
Ternate, 23 April 2026 — Gelombang kritik keras mengguncang internal Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA).
Sejumlah mahasiswa turun menyuarakan protes terbuka terhadap tata kelola kampus yang dinilai bermasalah.
Raman Bakir Salah satu Mahasiswa UNUTARA Menilai mulai dari lemahnya manajemen yayasan, dugaan penyimpangan prosedur pergantian rektor, hingga munculnya isu pungutan liar di lingkungan kampus Menurut Raman Bakir kami Harus menyuwarkan Suara kami ,”Ujarnya
Raman Bakir Menyampaikan Aksi yang berlangsung di gedung kampus itu menjadi penanda menguatnya krisis kepercayaan terhadap pengelolaan institusi pendidikan tersebut.
Kami Mahasiswa menilai yayasan pengelola UNUTARA gagal menjalankan fungsi manajerial secara profesional dan justru membiarkan persoalan internal berlarut tanpa arah kebijakan yang jelas,”Ujarnya
Sorotan tajam Raman Bakir beserta sejumlah Mahasiswa tertuju pada proses pergantian rektor yang disebut tidak berjalan sesuai statuta universitas dan di nilai Cacat hukum.
Raman Bakir menilai proses itu bukan sekadar persoalan administratif, tetapi berpotensi mencederai legitimasi kepemimpinan akademik dan merusak prinsip good university governance.
Ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi ada sistem yang dianggap dilanggar,”Tegas Raman Bakir.
Jika diabaikan, maka integritas kelembagaan ikut dipertaruhkan,” tegas salah satu perwakilan mahasiswa dalam aksinya.
Kami Mahasiswa juga menilai orientasi yayasan telah bergeser dari semangat awal pendirian kampus.
Yayasan disebut tak lagi bergerak dalam kerangka pengabdian, melainkan diduga terseret kepentingan-kepentingan tertentu yang bertentangan dengan cita-cita berdirinya UNUTARA.
Karena itu, Raman Bakir Bersama Teman mahasiswa mendesak agar UNUTARA dikembalikan ke naungan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang memiliki legitimasi historis dan ideologis.
Mereka menegaskan nilai Jamaah Nahdiyin harus kembali menjadi dasar pengelolaan kampus.
Raman Berpandangan UNUTARA dibangun untuk mencetak sumber daya manusia Di Maluku Utara berbasis nilai-nilai NU, bukan menjadi ruang kepentingan pribadi.
Jika arah ini melenceng, maka koreksi besar harus dilakukan,” ujar Raman Bakir.
Selain isu struktural, Raman dan Teman Teman mahasiswa juga mengangkat berbagai persoalan yang dinilai mencerminkan buruknya pelayanan kampus.
di antaranya belum terealisasinya pembagian almamater dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), keterbatasan fasilitas kampus, adanya rangkap jabatan Pelaksana Harian (Plh), minimnya transparansi penyaluran beasiswa, hingga dugaan praktik pungutan liar yang diminta segera dihentikan.
Tuntutan tersebut dinilai bukan sekadar kritik biasa, tetapi sinyal serius adanya persoalan mendasar dalam tata kelola kampus.
Mahasiswa kini menunggu langkah konkret dari pihak universitas dan yayasan untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
Jika Tuntutan kami tidak segera direspons, polemik ini berpotensi berkembang menjadi konflik kelembagaan yang lebih besar dan berdampak langsung terhadap masa depan pendidikan di UNUTARA .
Bagi Kami mahasiswa, perjuangan ini bukan hanya soal fasilitas atau administrasi, melainkan soal menyelamatkan integritas kampus “,Ujar Raman Bakir (Tim Red :R. B)
Editor Tayangan Media Faktahukum Malut:ISMito
