Ternate – Aplikasi investasi digital bernama Snapboost kini tengah menjadi sorotan tajam publik setelah muncul dugaan praktik penipuan yang merugikan masyarakat hingga miliaran rupiah. Platform yang disebut-sebut dipimpin oleh seorang perempuan bernama Ibu Tiara itu dilaporkan tidak mampu mengembalikan dana para pengguna yang telah berinvestasi.
Sejumlah korban mengaku tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, setelah menyetorkan dana dalam jumlah bervariasi, mereka justru kesulitan menarik kembali uang tersebut. Kondisi ini memicu kepanikan sekaligus kemarahan di kalangan pengguna yang merasa tertipu.
Yang lebih mengejutkan, beredar informasi bahwa beberapa oknum aparatur sipil negara (PNS) diduga ikut terlibat dalam investasi ini, baik sebagai peserta maupun pihak yang mempromosikan aplikasi tersebut. Hal ini semakin memperkeruh situasi dan menimbulkan pertanyaan besar terkait kredibilitas serta pengawasan terhadap aktivitas investasi digital.
Berdasarkan laporan sementara dari para korban, total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Banyak di antara mereka yang mengaku kehilangan tabungan, bahkan ada yang sampai menjual aset demi mengikuti program investasi yang ditawarkan Snapboost
Kasus ini memicu keresahan luas di tengah masyarakat. Desakan pun bermunculan agar aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menyelidiki dan mengusut tuntas dugaan penipuan tersebut. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola aplikasi maupun otoritas terkait.
Pemerintah juga diharapkan memperkuat edukasi finansial serta pengawasan terhadap platform investasi digital yang semakin marak.
Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan pengecekan legalitas dan memahami risiko sebelum berinvestasi
Tim Redaksi
