Senin 20 April 2026
HALMAHERA SELATAN – DPC Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Halmahera Selatan memberikan sorotan tajam terhadap sikap dan pernyataan yang disampaikan oleh pihak yang mengatasnamakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di wilayah Halmahera Barat.
Menurut pengamatan GPM Halsel, sikap yang ditunjukkan oleh oknum tersebut justru terkesan membela kebijakan Pemerintah Daerah Halmahera Barat, layaknya seorang Humas, bukan sebagai perwakilan pemuda yang seharusnya menjadi penampung aspirasi.
Ketua DPC GPM Halmahera Selatan, Bung Harmain Rusli SH, menyampaikan bahwa posisi KNPI sebagai wadah berkumpulnya Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) harus dijalankan dengan benar dan sesuai dengan semangat pendiriannya.
“Kami menilai sikap yang ditunjukkan oleh pihak yang mengatasnamakan KNPI Halmahera Barat itu bagaikan Humas dari Pemerintah Daerah setempat.
Perlu kita ingat bersama, KNPI itu didirikan sebagai wadah berkumpulnya para pemuda dan organisasi kemasyarakatan pemuda.
Tugas utamanya adalah menampung, memperjuangkan, dan menyuarakan aspirasi dari seluruh elemen pemuda, bukan justru terkesan menjadi corong atau pembela kebijakan pemerintah semata,Ada apa sebenarnya di balik sikap seperti ini?” tanya Bung Harmain dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa setiap individu yang berada di kepengurusan KNPI harus memahami dasar keanggotaan organisasi tersebut. Seluruh pengurus yang duduk di struktur KNPI merupakan hasil rekomendasi dari organisasi induknya, yaitu OKP yang ada di daerah.
“Seharusnya seluruh jajaran pengurus KNPI paham betul bahwa keberadaan mereka di posisi saat ini adalah atas dasar rekomendasi dari organisasi kemasyarakatan pemuda.
Artinya, mereka adalah perpanjangan tangan dari aspirasi pemuda, bukan mewakili kepentingan pihak tertentu saja.
Jika ada oknum yang berkomentar atau mengambil sikap atas nama KNPI, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan lembaga, saya menilai orang tersebut belum memahami secara utuh sejarah lahirnya pemuda di Indonesia dan semangat utama dibentuknya KNPI,” tegasnya.
Untuk memperkuat penegasannya, Bung Harmain menjelaskan kembali sejarah lahirnya pergerakan pemuda dan latar belakang pembentukan KNPI, agar seluruh elemen pemuda dapat kembali mengingat jati diri dan perjuangan yang telah diletakkan oleh para pendahulu.
Pergerakan pemuda di Indonesia memiliki peran sentral dalam perjalanan bangsa ini. Cikal bakal pergerakan pemuda dimulai sejak awal abad ke-20, di mana para pemuda mulai menyadari pentingnya persatuan untuk melawan penjajahan.
Puncak kesadaran persatuan pemuda diwujudkan dalam peristiwa Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, Pada momen bersejarah itu, para pemuda dari berbagai latar belakang suku, agama, dan daerah bersatu dalam satu ikrar.
PERLU KITA SEMUA TAU SELAKU PEMUDA PEMUDI INDONESIA.
(1)bertumpah darah satu tanah air Indonesia,
(2)berbangsa satu bangsa Indonesia,
(3) menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.
Sejarah ini membuktikan bahwa pemuda sejak dahulu memiliki peran sebagai penggerak perubahan, penjaga persatuan, dan penyambung aspirasi rakyat menuju kemajuan dan keadilan.
Seiring berjalannya waktu, pasca kemerdekaan Indonesia, dibutuhkan wadah yang dapat mempersatukan seluruh organisasi pemuda yang ada untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Berangkat dari semangat persatuan yang telah ditorehkan dalam Sumpah Pemuda, maka pada tanggal 23 Juli 1973 dibentuklah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
KNPI didirikan melalui kesepakatan bersama antar berbagai organisasi kemasyarakatan pemuda yang ada saat itu
dengan Terbentuknya (KNPI) tujuan utama untuk menyatukan potensi pemuda Indonesia agar dapat berperan secara optimal dalam pembangunan nasional, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menampung dan memperjuangkan aspirasi pemuda yang konstruktif demi kemajuan bangsa dan daerah.
Keberadaan KNPI diatur sedemikian rupa sehingga setiap pengurus yang duduk di dalamnya merupakan utusan yang direkomendasikan oleh organisasi pemuda induknya, sehingga suara yang disampaikan oleh KNPI adalah cerminan dari aspirasi seluruh elemen pemuda, bukan kepentingan kelompok atau pihak tertentu.
Bung Harmain berharap, dengan mengingat kembali sejarah dan semangat tersebut, seluruh elemen pemuda termasuk pengurus KNPI di seluruh daerah dapat kembali menjalankan peran dan fungsinya dengan benar.
“Sejarah mengajarkan kita bahwa pemuda adalah garda terdepan dalam menyampaikan kebenaran dan aspirasi rakyat.
Kami berharap, apa yang terjadi di Halmahera Barat tidak terulang di daerah lain.
Mari kita jaga marwah organisasi pemuda sebagai wadah yang independen, kritis, dan solutif, bukan justru menjadi alat kepentingan yang menafikan hak-hak pemuda dan masyarakat.
Kami di GPM Halmahera Selatan akan terus mengawal agar setiap organisasi pemuda berjalan sesuai dengan tujuan pendiriannya,” pungkasnya.(Tim Red H.R
Editor Tayangan Media ISMito faktahukumMalut.id
